Download SK & Naskah Cagar Budaya Masjid Nasrullah

Masjid Nasrullah merupakan Bangunan yang terletak di Jalan Sepakat, Desa Selat Remis, Teluk Pakedai Masjid Batu berdiri pada tanggal 4 Dzulhijjah 1345 H (1926 M), merupakan masjid pertama di kecamatan Teluk Pakedai.

Masjid ini dinamakan masjid Batu karena struktur bangunan masjid yang mayoritas terdiri dari batu bata diplester beton (cor semen pasir), bahkan dalam rancangan awal masjid Batu sendiri rencananya tidak menggunakan kayu sama sekali dan hanya menggunakan batu. sehingga saat itu nama masjid ini belum diketahui namanya, masyarakat sekitar menyebutnya dengan masjid Batu. Merupakan inisiati dan hasil karya dari seorang imam yaitu Haji Ismail Mundu beserta murid dan sahabat karibnya Haji Haruna Bin Haji Ismail, yang memiliki inisiatif untuk mendirikan masjid. Yang Dimana hingga sekarang masih ditempati dan berfungsi sebagai masjid tempat ibadah umat islam di sekitar Selat Remis.

Adapun arsitek yang merancang bangunan masjid ini adalah didatangkan langsung dari Pontianak oleh Haji Haruna Bin Haji Ismail, yaitu Abdul Wahid Bin Abu alias Wak Bangkik. Abdul Wahid Bin Abu juga merupakan arsitek Lembaga Permasyarakatan Pontianak yang sekarang berubah menjadi RS Santo Antonius Pontianak (tahun 1998). Sedangkan untuk pembangunan masjid dikerjakan oleh murid-murid Haji Ismail Mundu dan masyarakat sekitar. Tidak ada tanggal pasti kapan masjid selesai dibangun, yang diketahui hanyalah masjid Batu baru difungsikan sebagai tempat untuk shalat jum’at pada tahun 1348 H (1929 M).

Paska berdirinya Masjid Batu, semakin ramai orang Bugis yang datang ke Teluk Pakedai. Selain itu, dengan adanya masjid Batu yang menjadi tempat ibadah dan tempat mengajar Haji Ismail Mundu, semakin ramai pula orang-orang Arab yang datang ke Teluk Pakedai dikarenakan istri Haji Ismail Mundu, yaitu Hj.Asmah binti Sayyid Abdul Kadir yang berkebangsaan Arab.

Pada saat pendudukan Jepang, banyak masyarakat Teluk Pakedai yang melarikan diri ke Pontianak, bahkan disebutkan Haji Ismail mundu berangkat ke Makkah, dan kondisi masjid menjadi sepi jamaah, namun setelah Haji Ismail Mundu kembali ke Teluk Pakedai melihat jamaah sepi maka beliau mengumpulkan kembali murid serta jamaah dengan mengadakan acara hari besar seperti Maulid nabi dan peringatan Isra Miraj. Ismail Mundu meninggal tahun 1957 dan dimakamkan sekitar 300 meter sebelah utara Masjid Nasrullah.

Cagar budaya kategori bangunan ini merupakan data tingkat kabupaten yang ditetapkan pada tanggal 28 November 2021. Proses pendataan untuk entitas ini dilaksanakan pada 1 Februari 2023, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap verifikasi dan validasi pada 3 November 2023.