KLENTENG TENGAH LAUT (XUAN WU ZHEN TAN)
CB.6161.20231103.00003
Donwload SK & Naskah Cagar Budaya Kelenteng Laut
Kelenteng Tengah Laut Tengah Laut merupakan satu-satunya Kelenteng Tengah Laut yang ada di Kabupaten Kubu Raya yang dibangun dan berdiri di muara Desa Sungai Kakap atau berhadapan langsung dengan laut Natuna.
Kelenteng Tengah Laut ini diperkirakan dibangun pada tahun 1970. Dahulu Kelenteng Tengah Laut yang didominasi cat berwarna merah itu dikelola oleh sebuah yayasan yang belum berbadan hukum, namun saat ini sebagian besar pengurusnya banyak yang sudah berusia tua dan sebagian besar sudah meninggal, hanya tinggal beberapa orang pengurus yayasan yang masih hidup.
Kondisi saat ini, yayasan yang mengelola Kelenteng Tengah Laut Laut masih terlihat aktif, namun pengurus yang masih hidup ingin membentuk organisasi penerus yang menjadi suksesor para pendahulu untuk melakukan pengurusan Kelenteng Tengah Laut laut, sebab dari pengurus yang lama sudah banyak yang meninggal. Makanya untuk sekarang, pengurus yang tersisa akan melakukan regenerasi kepengurusan dengan mengganti pengurus yang sudah lama dengan baru.
Menurut pemaparan Peter Steven Tan alias Ace yang merupakan satu-satunya pengurus lama yang masih hidup, dirinya berkeinginan agar pengurus Kelenteng Tengah Laut laut diisi oleh para pemuda yang memiliki konsentrasi dan keinginan untuk melestarikan serta menjaga keberlangsungan Kelenteng Tengah Laut laut.
Mulanya, pendirian Kelenteng Tengah Laut tengah laut ini diceritakan ada ambai (alat tangkap tradisional masyarakat pesisir Sungai Kakap) dimana di atasnya ada pondok kecil untuk pemilik ambai agar bisa beristirahat seraya menunggu air surut untuk mengangkat jaring yang dipasang, karena sistem kerja ambai mengandalkan arus air surut dengan memasang perangkap berupa bambu yang disusun dengan mengarahkan aliran air di muara kepada satu titik dan pada ujung ambai dipasang jaring yang menjebak udang dan ikan agar tidak bisa keluar.
Pada saat itu, secara tiba-tiba, seorang Tatung atau Lauya bernama Lau Kim Fa atau biasa dipanggil Pak Aseng dirasuki oleh dewa, dan pada saat itu banyak warga setempat yang sakit dan sembuh tatkala diobati oleh pak Aseng, metodenya, pak Aseng mengobati saat dirasuki oleh dewa yang dimaksud saat kerasukan tersebut, Pak Aseng sebagai mediator memberikan resep-resep obat china yang harus dikonsumsi oleh orang yang datang berobat.
Hingga akhirnya cerita tersebut sampailah pada masyarakat yang kemudian mendatangi ambai untuk berobat kepada pak Aseng, Cerita ini sampai pula pada keluarga bapak Darmawangsa Tan, kakak dari Peter Steven Tan, yang saat itu ingin berdoa sekaligus berobat dari sakit. Pada saat sedang mengobati pak Darmawangsa Tan, pak Aseng yang sedang dirasuki oleh dewa memberikan petunjuk agar pak Darmawangsa mendirikan Kelenteng Tengah Laut di atas ambai tersebut.
Oleh pak Darmawangsa permintaan tersebut dipenuhi maka pada tahun 1970 itulah Kelenteng Tengah Laut tengah laut berdiri.






